Sampah Menumpuk, Kebersihan Cafetaria Kampus Tanggung Jawab Siapa?

Ilustrasi Cafetaria Kotor
alanbantik – Kantin menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa bukan hanya untuk menikmati makanan dan minuman, tapi juga dijadikan sebagai tempat bersantai disela-sela padatnya perkuliahan. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memiliki beberapa kantin yang lebih dikenal oleh mahasiswa dengan sebutan cafetaria.
Adapun cafetaria andalan mahasiswa UIN Alauddin Makassar ada 3 lokasi, yaitu kantin Syariah yang terletak tepat di belakang Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), cafetaria yang terletak di depan serta di samping kanan perpustakaan Syekh Yusuf UIN Alauddin Makassar.
Namun, cafetaria yang terletak di belakang FSH menjadi sorotan utama terkait kebersihannya. Saat jam makan siang cafetaria terpantau selalu ramai. Namun, nampak sampah berserakan di setiap sudut ruangan bahkan sampai menumpuk di lantai 3 cafetaria.
Observasi Kantin
Tim alanbantik melakukan observasi pada tiga kantin yang paling ramai di datangi mahasiswa yaitu kantin Syariah, cafetaria yang terletak di samping kanan dan di depan Perpustakaan Syekh Yusuf UIN Alauddin Makassar.
1.Observasi kantin Syariah
Tim alanbantik melakukan observasi di kantin Syariah pada Jumat, 12 Mei 2023. Pada bagian lantai 1 dan 2 tampak aktivitas seperti kantin pada umumnya, mahasiswa menikmati makanan dan minuman sembari mengobrol dengan mahasiswa lainnya. Namun pada bagian lantai 3 ditemukan sampah plastik berserakan hingga tumpukan di sudut kantin, meja yang sudah lapuk, kursi berkarat, serta lapak kosong tampak tidak terawat.


2.Observasi cafetaria di depan Perpustakaan Syekh Yusuf
Observasi yang dilakukan tim pada Kamis, 15 Juni 2023 mendapati lantai dasar cafetaria nampak terdapat beberapa sampah yang dibiarkan berserakan di atas meja seperti bungkus rokok, tisu, dan sampah plastik.

3.Observasi cafetaria di samping Perpustakaan Syekh Yusuf
Observasi dilakukan pada Kamis, 15 Juni 2023. Saat sore hari menjelang tutup tampak aktivitas pembersihan yang dilakukan oleh para pedagang. Meja dan kursi pada setiap lapak tertata dengan rapi. pada cafetaria ini kebersihan sudah terjaga karena renovasi yang telah dilakukan kemarin.

Tanggapan Pedagang Kantin/Cafetaria
- Kantin Syariah
Salah satu pedagang di Kantin Syariah, Deng Jinne menjelaskan pedagang hanya membersihkan di area lapak masing-masing. Sebagian besar lapak tidak terisi terutama pada lantai 3 cafetaria yang seluruhnya kosong. Tak jarang Mahasiswa naik lalu meninggalkan sampah bekas bungkus makanan dan minuman menjadi penyebab penumpukan sampah tersebut.
“Iye kitaji sendiri, area ta’ ji saja. Andaikan ada penjual di atas mungkin bersihji di atas. Anak-anakji biasa naik,” ucapnya saat ditemui tim alanbantik di lapaknya pada Jumat, 12 Mei 2023.
Ia juga menyampaikan bahwa pembersihan lapak yang tidak memiliki penyewa menjadi tugas dari petugas kebersihan kampus (Cleaning Service).
“Seharusnya injo yang tidak ada di atas yang tempati menjual seharusnya cleaning (cleaning servis) di atas toh yang bersihkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyayangkan kurangnya perhatian dari Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) selaku penanggung jawab kantin. Petugas kebersihan pun hanya sesekali melakukan pembersihan di sekitar Cafetaria tersebut.
“Selama kita menjual nda pernah ada tinjau (P2B) bilang kenapa kotor sekali. Tapi biasa itu sekali-kali cleaning kalau mungkin ada perintah tapi kalau tidak ada perintah ndak membersihkan yah begitumi di atas,” tuturnya.
- Cafetaria di depan Perpustakaan Syekh Yusuf
Hal serupa diungkapkan pedagang kantin depan Perpustakaan Syekh Yusuf, Rosmini bahwa pembersihan Cafetaria dilakukan oleh para pedagang.
“Bukan tidak bersih, sebenarnya itu kalau ada cleaning pagi sore to pasti bersihji iya. Tapi ini nda ada. Pagiji orang membersihkan, itupun orang kantinji yang disuruh,” ungkapnya pada Jumat, 12 Mei 2023.
- Cafetaria di samping Perpustakaan Syekh Yusuf
Pedagang di cafetaria samping Perpustakaan Syekh Yusuf, Saharuddin turut memberikan tanggapannya terkait Cafetaria yang lumayan bersih karena meningkatnya kesadaran pedagang setelah dilakukan renovasi.
“Kalau disini setelah direnovasi alhamdulillah anumi (bersih), karena kemudian kebersihan itu tanggung jawab masing-masing setiap tenan bertanggung jawab sendiri dengan kebersihannya,” tuturnya saat ditemui tim alanbantik pada Jumat, 5 Mei 2023.
Tanggapan P2B
Menanggapi keluhan dari para pedagang, Koordinator Kantin Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), Ani menjelaskan bahwa penanggung jawab cleaning service bukan lagi rektorat melainkan dari PT Arko. P2B juga telah bersurat kepada PT Arko untuk menempatkan beberapa cleaning servis pada cafetaria kampus namun sampai sekarang belum mendapat respon.
“Pihak rektorat tidak kasih cleaning servis tidak kasih itu perintah (membersihkan di caftar) penanggung jawab cleaning servis itu PT Arko, dia itu bertanggung jawab yang jelas kita sudah berusaha berkali-kali kita meminta pada PT Arko menempatkan cleaning servis kesana (cafetaria) sampai sekarang belum ada,” ungkapnya saat ditemui diruangannya pada Rabu, 7 Juni 2023.
Ani juga menjelaskan penumpukan sampah di lantai 3 Kantin Syariah disebabkan oleh kurangnya kesadaran para penyewa lapak untuk menjaga kebersihan area kantin.
“Itukan tiap bulan dua bulan di sana itu menumpuk sampahnya dia ndak bersihkan jadi setiap Sabtu Minggu kita bersihkan. Hari Jumat uuh banyak mi lagi itu menumpuk karena Senin sampai Jumat dia tidak mau membersihkan,” lanjutnya.
Terakhir, kepada tim alanbantik Ani menyampaikan bahwa jika semua lapak sudah terisi maka kebersihan Cafetaria akan kembali terjaga.
”Untuk sementara banyak juga mau masuk untuk diisi di sana dalam proses ya jadi mungkin sudah penuh tenan di sana mungkin agak bersih bersih mi,” tutupnya.
Penulis: Nirwana Ulfah dan Antik Puspitasari (Reporter)
Editor: Tim Redaksi