Kala Kolam Kampus 1 Dekade Terbengkalai, Kenyataan Fisik Tak Seindah Denah

Ilustrasi 1 Dekade Kolam UIN Alauddin Makassar Terbengkalai, Kenyataan Tak Seindah Denah.
alanbantik- Sebuah bangunan kolam di area UIN Alauddin Makassar, terbengkalai sejak awal pembangunannya. Setelah satu dekade berlalu, kondisi kolam tersebut tak kunjung membaik hingga bangunan fisiknya pun tak seindah desain kolam pada denah kampus.
Saat dipantau alanbantik pada Selasa, 12 Oktober 2021, kolam berukuran jumbo itu sebenarnya memiliki desain megah apabila diintip pada denah bangunan kampus. Tapi kondisi sesungguhnya di lapangan tampak berbanding terbalik.
Penelusuran lebih lanjut, kolam ini sudah ada sejak masa kepemimpinan rektor Prof Azhar Arsyad pada 2010 silam. Namun kondisi tak berubah meski sedekade lebih telah berlalu.

Foto: Denah Kampus UIN Alauddin Makassar, yang Terpajang di Rektorat Lantai dasar.
Apabila diintip pada denah kampus, desain kolam memiliki wadah air mancur dengan ukuran lumayan luas dan tinggi. Terdapat pula air jernih yang menutupi luasnya kolam.
Namun faktanya, penampakan kolam yang sangat luas itu hanya berisi rerumputan liar. Rumput liar tersebut bahkan ada yang telah melebihi tinggi mahasiswa, sementara yang terendah menyamai mata kaki dan juga betis orang dewasa.
Tak hanya dipenuhi oleh rumput liar, kolam juga berisikan tanah, ranting, dedaunan dan sampah plastik.
Sehari berikutnya, Rabu sore, 13 Oktober 2021, tim kembali meninjau kolam tersebut. Namun fisik kolam tetap saja tidak berubah, penampakan yang sama terlihat seperti hari pertama kali dipantau.
Kemudian, saat kembali dikunjungi pada Kamis pagi, 14 Oktober 2021, tim kembali melakukan pengamatan. Tampak terlihat pemandangan yang berbeda. Hujan deras yang mengguyur wilayah kampus membuat kolam terisi air berwarna cokelat alias kotor.
Masih penasaran, tim alanbantik kembali datang pada Jum’at sore, 15 Oktober 2021. Penampakan kolam tetap tak membaik.
Lagi dan lagi, tepatnya pada hari kelima, Sabtu, 16 Oktober 2021, tampak kondisi kolam yang kian memprihatinkan. Terlihat volume air kembali meningkat diakibatkan hujan lebat.

Foto : Kolam UIN Alauddin Makassar di Penuhi Rerumputan Tinggi.
Tim kemudian mencoba masuk ke dalam kolam hingga melewati sembilan anak tangga. Kondisi tangga ini juga sudah menghitam dan dipenuhi oleh beberapa lumut. Saat turun, tim bisa memperkirakan kedalaman kolam lebih tinggi satu kali lipat ukuran dari orang dewasa.
Sementara pada dasar kolam, rerumputan hingga sampah menambah kesan jorok pada kolam.
Mahasiswa Meminta Perhatian Kampus
Seorang mahasiswa, Sri Junita Handayani turut buka suara mengenai kondisi kolam. Mahasiswi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) tersebut berharap pimpinan kampus memberi perhatian lebih.
“Semoga bisa diperbaiki dan dibersihkan rumputnya sama dirawat sebaik mungkin, dedaunannya bisa dibersihkan,” kata Sri saat ditemui di lokasi sekitar kolam, Sabtu 16 Oktober 2021.
Presiden Mahasiswa, Isra Abdi Syamsu juga tutur buka suara terkait kolam UIN ini. Dia menilai kolam ini perlu segera dirombak.
“Baiknya perlu ada perombakan dan perubahan, setidaknya dari luasan kolam itu bisa dibangunkan semisal tempat lapangan basket, intinya sebagai ada tempat yang bisa dinaungi sebagai lahan untuk bereksplorasi teman-teman mahasiswa UIN,” ungkap Abdi.
Sebagai upaya lanjutan, kami menelusuri lebih jauh terkait perkembangan bangunan kolam dengan menemui civitas akademik kampus. Namun pihak kampus enggan memberikan argumennya.
Kepala Bagian Umum Fatahuddin mengaku tidak terlalu paham mengenai pembangunan kolam ini sehingga dia memilih untuk tidak memberikan komentar.
“Saya tidak mempunyai wewenang untuk memberikan penjelasan mengenai kolam itu, karena itu masih masanya Azhar (rektor yang menjabat kala itu) kalau saya tidak salah,” beber Fatahuddin saat ditemui alanbantik di ruang kerjanya pada Kamis 14 Oktober 2021.
“Mengenai kolam saya tidak tau, karena ini barang (kolam) sudah terbentuk, saya tidak ada di umum. Begitu ceritanya datanya saja di umum nggak ada ini,” lanjut dia.

Foto: Kondisi Kolam yang Tergenang Saat Musim Penghujan.
Wacana Kolam Jadi Eduwisata
Dilansir dari laman resmi website UIN Alauddin Makassar yang diunggah pada 9 Oktober 2021, rektor Hamdan Juhannis sempat mewacanakan kolam terbengkalai tersebut jadi eduwisata.
Pernyataan rektor tersebut dilontarkan kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Jumat 8 Oktober 2021.
Presiden mahasiswa, Isra Abdi Syamsu pun meminta rektor merealisasikan wacana itu. Dia berharap rektor berinisiatif merubah kondisi kolam tersebut seperti panca cita rektor.
“Ketika ada hal seperti itu, maka secara tidak langsung dari Hamdan selaku rektor UIN Alauddin Makassar, inisiatif untuk bagaimana caranya mengubah dan bisa mewujudkan apa yang menjadi panca citanya kampus asri, salah satunya yah kolam itu,” tutupnya.
Penulis:
Riski Risma, Usfa DP, Ria Rahmayana (Reporter Magang)
Editor:
Tim Redaksi