Usung Tema Threads of Times, Pharmacy Vaganza 2026 Jadi Puncak Rangkaian Pengaderan Calon Kemafar Angkatan 25

alanbantik – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Pharmacy Vaganza 2026 di Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pharmacy Vaganza tahun ini mengusung tema Threads of Time dengan alur Initial Thread – Growing Hope – One Bond – Knotted Time – Found Path – Stronger Weave – Eternal Bond, yang merepresentasikan perjalanan manusia sejak awal pertemuan hingga terbentuk jalinan yang abadi diantaranya.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proses pengaderan calon Keluarga Mahasiswa Farmasi (Kemafar). Acara dibuka oleh Patima selalu Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran (FKIK), dan berlangsung hingga dini hari.
Dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, mulai dari penampilan akustik, tari nusantara, monolog, duo musik, drama musikal, hingga paduan suara, seluruh penampilan dibawakan oleh calon Kemafar sebagai bentuk ekspresi kreativitas sekaligus hasil dari proses pembinaan selama mengikuti pengaderan.
Tanggapan Ketua Panitia Pharmacy Vaganza 2026
Selaku Ketua Panitia Pharmacy Vaganza 2026, Fiqih Fahri Izal, mengungkapkan tema “Threads of Time” dipilih karena memiliki makna yang dekat dengan kehidupan setiap manusia.
“Kami mengangkat tema Threads of Time karena sangat relevan dengan kehidupan manusia. Waktu tidak boleh disia-siakan karena terus berjalan tanpa terasa. Ada pertemuan, cerita, hingga akhirnya perpisahan yang menjadi bagian dari perjalanan setiap orang,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia berharap keseluruhan rangkaian acara pada kegiatan ini menjadi tolak ukur bahwa mereka tidak hanya kuat dalam akademik, melainkan juga mampu berkolaborasi dan menyalurkan karyanya.
Tanggapan Ketua HMJ Farmasi
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi, A. Athallah Iman Aflah, mengatakan Pharmacy Vaganza menjadi puncak sebelum calon Keluarga Mahasiswa Farmasi angkatan 25 resmi dikukuhkan.
“Proses pengkaderan mahasiswa Farmasi berlangsung selama satu tahun melalui tiga tahapan, yakni Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD), Farmasi Camp, hingga ditutup dengan Pharmacy Vaganza sebagai puncak kegiatan”. Ucapnya saat diwawancara langsung.
Ia menjelaskan bahwa Pharmacy Vaganza yang digarap selama dua bulan menjadi ruang bagi calon Kemafar 25 untuk merealisasikan hasil dari pembinaan di setiap tahapan selama masa pengaderan.
“Pada tahap terakhir ini, mereka dilatih untuk merealisasikan dari apa yang didapat selama masa pengaderan dan bagaimana mereka menyatukan beragam individu dalam kegiatan yang sifatnya kolektif.” tambahnya.
Penulis: Anjelita Firlaeni (Reporter)
Editor: Tim Redaksi
